Our Online Class My New Discourse

1Aug/170

Kamasutra Journalism;Degradation of News Quality in Online Media in Indonesia

Filed under: About Author No Comments
2Mar/152

Ruang Publik Virtual: Ruang yang Diperebutkan

Pilpres RI 2014 menjadi saksi bagaimana sosial media dipakai sebagai alat diskusi deliberatif yang dinamis dalam sejarah pilpres di Indonesia. Fenomena ini sekilas memperkuat thesis bahwa ruang publik virtual telah meningkatkan partisipasi politik. Namun mungkin pernyataan itu terlalu tergesa-gesa karena selain diskusi yang membangun proses komunikasi politik, media baru ini justru menumbuh-suburkan praktek-praktek diskusi patologis. Twitter menjadi tempat dihembuskannya opini-opini yang mengarah ke kampanye negatif, kampanye hitam hingga propaganda. Isu-isu sensitif agama dan ras menjadi alat komoditas politik yang membahayakan integrasi bangsa. Twitter yang memberikan otonomi khusus pada setiap warga untuk berkomunikasi secara terbuka, kenyataannya tidak selalu serta merta memberikan jaminan terbangunnya demokrasi yang lebih baik. Tak begitu berbeda dengan ruang publik dalam konteks media tradisional, twitter juga menjadi ruang yang diperebutkan untuk mencapai kepentingan-kepentingan kelompok tertentu.

Key words: ruang publik, twitter, sosial media, pilpres 2014

Dipresentasikan dalam Conference on Communication, Culture, and Media Studies (CCCMS) 2014

Filed under: About Author 2 Comments
30Sep/130

Agnes Monika dalam teori Looking Glass Self

Teori ini dilontarkan oleh sosiolog bernama ‘Charles Harton Cooley’. Looking Glass Sels adalah teori yang menerangkan bahwa masyarakat memiliki apa yang disebut dengan ‘cermin’ yang merefleksikan siapa diri kita ini. Kita ini ternyata membentuk image diri (self image) dari bagaimana kita memikirkan cara pandang orang lain terhadap kita. Ada tiga hal utama yang menjadi kata kunci pembahasan teori ini pertama adalah bayangan tentang penampilan kita dihadapan orang lain, bayangan tentang penilaian orang lain terhadap penampilan kita dan perasaan-perasaan yang mengikutinya seperti malu, bangga, gengsi, dll.

18Jun/130

Forum Pemred: Ketika Pers Memborgol Tangannya Sendiri

Ada apakah hingga pemimpin redaksi merasa perlu mengadakan sebuah forum di Nusa Dua Bali beberawa waktu lalu? Mungkinkah ini hanya menjadi cara baru jurnalis di era teknologi informasi untuk bisa bertahan di tengah gempuran kapitalisme media dan wujud dari proses perjalanan sejarah pers menuju pendewasaan. Ataukah, pers menyerah hingga perlu mempertaruhkan idealisme pada tekanan kapitalisme hingga perlu berkompromi dengan para elit yang selama ini menjadi ‘musuh’ mereka?

10Jun/130

Panggung Seksualitas para Elit

Persidangan di Pengadilan Tipikor (17/5/2013) mengungkap adanya skandal seks antara tersangka suap impor daging Ahmad Fathanah (AF) dengan wanita berinisial M. AF memberikan uang 10 juta rupiah kepada M setelah menemaninya di salah satu kamar Hotel Le Meridien, Jakarta. Seiring bergulirnya kasus yang juga menyeret mantan presiden PKS, Luthfi Hasan Ishaaq ini, beberapa wanita ikut diperiksa KPK karena terbukti menerima uang ratusan juta rupiah dan benda-benda berharga seperti mobil, jam tangan dan perhiasan dari AF. Terakhir, Kepala Pusat Pelaporan dan Analisa Keuangan (PPATK) melaporkan, uang di rekening AF mengalir ke sekitar 40 wanita dengan maksimal transaksi sebesar 1 M.

17May/130

Buruh dalam ‘Keterasingan’

Berat menjadi buruh. Ia bekerja dalam batasan-batasan yang membuatnya tidak merasakan hak-haknya sebagai manusia. Bekerja yang sejatinya adalah hakikat hidup yang paling mendasar, justru menjadi tekanan hidup. Ia terasing dengan pekerjaannya, dengan dirinya bahkan dengan orang-orang yang ada disekitarnya. Sisi lain inilah yang tidak pernah muncul dalam diskusi perjuangan hak-hak buruh. Padahal sejatinya semua permasalahan bermuara sini.

17May/130

Tersesat di Jejaring Sosial

Dimuat di Wacana Lokal Harian Suara Merdeka (17/5/13) dengan Judul Ketersesatan di Jejaring Sosial

Jum’at (3/5) minggu lalu, Semarang dikejutkan dengan kecelakaan tragis di tanjakan Tanah Putih. Kejadian yang merenggut 3 nyawa dan melukai belasan lainnya. Masyarakat kembali dibuat kecewa, karena lagi-lagi penyebabnya masalah klasik yaitu keteledoran sopir yang ugal-ugalan dan kendaraan yang tidak layak jalan.

7Jul/100

Indonesia need to learn about PBS’s system in US

This is interesting to find that public service broadcasting (PSB) and radio service broadcasting in United States become independent media institution that might difficult to be done even by private media institution in US that sometime still bring their ideology in writing story.

   
Skip to toolbar