Our Online Class My New Discourse

14Sep/090

SAAT MAINSTREAM MEDIA MERANGKUL WARGA DALAM PELIPUTANNYA

Citizen Journalism mulai diakui keberadaannya di Amerika saat sebuah surat kabar lokal bernama The Time Picayune memenangkan penghargaan Pulitzer Prices dalam liputan Badai Katarina di The New Orleand. Pada penghargaan kali ini terdapat catatan khusus dimana penghargaan ini diraih berkat kerjasama The Time Picayune dengan citizen journalist, selanjutnya disebut CJ.

10Sep/090

Hand Out MK Online Journalism

10Sep/090

WIKIPEDIA BUKAN ARTIKEL SAMPAH

Lihat Artikel tentang Wikipedia yang juga menjadi penyumbang konsep interactivity di online media: " Tak Ada Wikipedia di Lapak Buku Bekas"

7Sep/090

Kode Etik

1. Kode Etik Jurnalistik (Peraturan Dewan Pers no 6)

2. Undang-Undang No 32 tahun 2003 tentang Penyiaran

3. Undang-Undang no 40 Tahun 1999 tentang Pers

4. Peraturan KPI No 2 Tahun 2007 tentang Pedoman Perilaku Penyiaran

5. Peraturan KPI no 3 tahun 2007 tentang Standar Program Siaran

6. Kode Etik Jurnalistik Televisi Indonesia

3Sep/090

DRAMA REALITY ATAU REALITY SHOW?

Ada surat pembaca di Kompas edisi Jumat, 14 Agustus 2009 judulnya “Tayangan Tak Mendidik di Sebuah Stasiun Televisi” atas nama Oethomosoebarkah yang beralamat di Sleman, Yogyakarta. Isinya mengkritik acara sebuah program televisi bernama “Curhat” yang dibawakan oleh Anjasmara.

Tentu, saya yakin semua orang setuju dengan kritikan itu, karena memang semua program televisi yang yang menurut TV itu bergenre “reality show’ (harusnya drama reality, namun karena AC Nielson tidak memiliki kategori program ini maka Curhat, Termehek-mehek, dkk, masuk kategori reality show) penuh dengan nilai-nilai tidak mendidik.

Namun ada yang membuat saya mengeryitkan dahi, saat dibagian paling akhir tulisannya si penulis surat pembaca ini mempertanyakan: “ kenapa saat ada adegan cakar-cakaran, pihak televisi sama sekali tidak melerainya, misalnya dengan menghadirkan satpam?”

Dalam hati saya bertanya, menghadirkan satpam? Ko serius banget…?! Itu kan cuma acara bohong…

Yaa.. kalau memang kejadian itu benar, ya bukan hanya satpam pak yang didatangkan, tapi semua yang terlibat baku hantam itu akan melapor ke polisi, kemudian video yang ditayangkan di TV itu akan dijadikan bukti laporan, dan yang mencakar, menjambak dan mencaci maki langsung masuk penjara. Yang sering menonton infotainment harusnya ngerti. Istri Pasya hanya kena luka cakar saja, langsung visum dan membuat suaminya dipanggil polisi, atau Keket yang dilaporkan ke polisi karena kata-katanya yang dianggap menyinggung artis lain.

Timbul lagi pertanyaan saya, apakah Kompas juga tidak tahu jika acara semacam yang sekarang menjamur ini hanya rekayasa sehingga menerbitkan sebuah kritik yang menurut saya tidak smart seperti ini? Pasti si Produser juga ketawa lihat kritik si Bapak ini, atau mungkin justru menjadi inspirasi si produser ya .. untuk episode lain mendatangkan satpam yang “pura-pura” melerai dan kena timpuk para pemain dan seterusnya….

Tapi saya tidak perduli terhadap itu, yang menjadi perhatian saya sekarang adalah, begitu pintarnya para produser televisi kita, hingga bisa sukses menipu pemirsannya. Sampai mengkritik saja ko salah (nurul)

3Sep/090

PEMBACA SURAT KABAR DI JEPANG MENURUN?


Baca artikel ini: Is the Newspaper downturn creeping into Japan?

3Sep/090

CITIZEN JOURNALISM

Artikel pendukung

- Citizen Journalism Sebagai Sarana Demokrasi

- Tantangan Jurnalis di Era Globalisasi Informasi

   
Skip to toolbar